Dilihat: 5 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 10-04-2018 Asal: Lokasi
Sebuah tim yang terdiri dari 257 tentara Tiongkok meninggalkan Beijing pada hari Senin untuk misi penjaga perdamaian PBB selama 12 bulan di Liberia.
Mereka adalah tim pertama dari angkatan ke-18 pasukan penjaga perdamaian Tiongkok yang dikirim dalam tur sejak tahun 2003, ketika Tiongkok bergabung dengan misi penjaga perdamaian di Liberia berdasarkan Resolusi 1509 Dewan Keamanan PBB. Tim kedua dijadwalkan berangkat pada 17 September.
Angkatan ke-18 berjumlah total 508 prajurit, terdiri dari batalion teknik beranggotakan 275 orang, batalion angkut beranggotakan 190 orang, dan tim medis beranggotakan 43 orang.
Seluruh tentara tersebut berasal dari Komando Wilayah Militer Beijing Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA).
Misi mereka mencakup pekerjaan infrastruktur seperti pembangunan jalan dan jembatan; perbaikan di kawasan pemukiman dan bandara negara; dan rekondisi fasilitas air dan listrik.
Pasukan tersebut juga bertugas mengangkut personel dan material, menyediakan perawatan medis, pengendalian dan pencegahan penyakit menular dan epidemi.
Setelah menyerahkan pekerjaan kepada penerusnya, pasukan detasemen ke-17 angkatan pertama akan kembali ke Tiongkok pada 9 September dan angkatan kedua akan kembali pada 18 September.
Sepatu bot militer warna pasir banyak digunakan di lingkungan gurun, kering, dan cuaca panas. Dibandingkan dengan sepatu tempur berwarna hitam atau coklat tua, alas kaki gurun berwarna terang lebih cocok untuk medan berpasir, suhu tinggi, tanah berdebu, dan seragam ala militer yang digunakan di daerah kering.
Membeli sepatu bot gurun tentara untuk pembelian dalam jumlah besar berbeda dengan memilih satu pasang untuk penggunaan pribadi. Bagi unit militer, perusahaan keamanan, distributor, pemasok pemerintah, dan pembeli perlengkapan luar ruangan, perhatian utamanya bukan hanya apakah sepatu bot tersebut terlihat cocok.
Sepatu bot gurun militer yang bernapas dirancang untuk membantu pengguna tetap nyaman di lingkungan yang panas, kering, dan menuntut. Bagi tentara, tim keamanan, petugas patroli, dan pekerja luar ruangan, kenyamanan bukan hanya soal kelembutan.
Petugas penegak hukum menghabiskan 10 hingga 14 jam sehari untuk berdiri. Mereka beralih dengan cepat dari berdiri dalam waktu lama ke aktivitas berjalan kaki dengan intensitas tinggi. Rutinitas yang ketat ini menuntut alas kaki yang luar biasa.
Banyak anggota militer menanggung konflik yang menyakitkan setiap hari. Mereka berjuang antara menjaga kesehatan fisik dan mengikuti peraturan seragam yang ketat. Alas kaki standar sering kali menyebabkan cedera yang melemahkan. Tentara sering mengalami lecet, plantar fasciitis, dan kelelahan sendi yang parah.
Berinvestasi pada alas kaki taktis khusus berarti mengutamakan performa dan kenyamanan. Operasi bertempo tinggi mendorong peralatan ini ke batas absolutnya setiap hari. Pada akhirnya, medan yang berat menentukan kenyataan yang tidak dapat dihindari.
Pergeseran 12 hingga 48 jam menghadirkan kenyataan fisik yang keras. Alas kaki bukan sekadar bagian lain dari seragam. Ini berfungsi sebagai alat pelindung diri yang penting. Ini secara langsung menentukan ketahanan lapangan Anda. Ini juga menjaga kesehatan sendi jangka panjang Anda.
Di lingkungan dengan risiko tinggi, sol alas kaki sering kali menjadi titik kegagalan kritis bagi para profesional. Slip yang tiba-tiba atau traksi permukaan yang buruk secara langsung membahayakan keselamatan operator, membatasi mobilitas, dan mengancam keberhasilan misi akhir.
RUMAH | SEPATU | PEMASARAN | MELAYANI | TENTANG KAMI | BERITA | HUBUNGI KAMI